Sabtu, 22 Agustus 2015

[055] Ar Rahman Ayat 026

««•»»
[055] Ar Rahman Ayat 026
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:26

[055] Ar Rahman Ayat 025

««•»»
Surah Ar Rahmaan 25

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
««•»»
fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaani
««•»»
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
««•»»
So which of your Lord’s bounties will you both deny?
««•»»

Ayat ini menantang jin dan manusia agar menerangkan nikmat yang mereka dustakan sebagai berikut: Siapakah yang menciptakan bahan-bahan pembuatan bahtera itu? Atau bagaimanakah membuatnya? Apakah mereka kira bahwa iman kepada Nya sudah cukup dengan hanya bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan Nya kepada mereka? Apakah matahari, bulan dan bintang, pohon-pohonan, tumbuh-tumbuhan, dan biji-bijian, sungai-sungai dan lautan-lautan, mutiara dan marjan di jadikan Nya untuk orang-orang yang tidak berakal? Atau dijadikan Nya bagi orang-orang yang pandai bersyukur kepada Nya atas nikmat-nikmat yang diberikan Nya? Dan bagaimanakah mereka akan bersyukur kepada Nya bila mereka tidak mengetahuinya?

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)
««•»»
So which of your Lord’s favours will you deny?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:25

[055] Ar Rahman Ayat 024

««•»»
Surah Ar Rahmaan 24

وَلَهُ الْجَوَارِي الْمُنْشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ
««•»»
walahu aljawaari almunsyaaatu fii albahri kaal-a'laami
««•»»
Dan kepunyaanNya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
««•»»
His are the sailing ships1 on the sea [appearing] like landmarks.
[1] Or ‘the watercrafts.’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Allah lah yang menguasai bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung; ia berlayar di lautan dengan memberikan manfaat kepada manusia mengangkut barang-barang dagangan sari suatu negeri ke negeri lain, makanan-makanan yang banyak terdapat pada suatu tempat ke tempat yang kekurangan bahan-bahan tersebut, dan lain-lain sebagainya.

Dengan demikian, terlaksana pertukaran barang-barang dagangan dan terpenuhi keperluan-keperluan manusia tentang makanan dan minuman.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera) perahu-perahu (yang dibangun) yang dibuat (di lautan laksana gunung-gunung) lautan besar yang tingginya bagaikan gunung-gunung.
««•»»
His are the crafted ships [that sail] in the sea [appearing] like landmarks, like mountains in their tremendous size and height.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:24

[055] Ar Rahman Ayat 023

««•»»
Surah Ar Rahmaan 23

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُما تُكَذِّبانِ
««•»»
fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaani
««•»»
aka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
««•»»
So which of your Lord’s bounties will you both deny?
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)
««•»»
So which of your Lord’s favours will you deny?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:23

Selasa, 30 Juni 2015

[055] Ar Rahman Ayat 022

««•»»
Surah Ar Rahmaan 22

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ
««•»»
yakhruju minhumaa allu/luu waalmarjaanu
««•»»
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
««•»»
From them emerge the pearl and the coral.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa di dalam laut itu terdapat barang-barang yang sangat berharga, misalnya mutiara dan marjan dari laut yang asin dan tawar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Keluarlah) dapat dibaca Yakhruju. dan Yukhraju (daripada keduanya) dari pertemuan di antara keduanya, yakni dari bagian yang airnya asin (mutiara dan marjan) marjan artinya batu yang berwarna merah atau yang dimaksud adalah mutiara yang kecil.
««•»»
From [both of] them, from the point at which they [seem to] meet — but which is actually from [only] one of the two, and that is, the salt water — is brought forth (yukhraju, passive, may also be read as active, yakhruju, ‘emerge’) the pearl and the coral (marjān, these are red pieces of shell, or small pearls).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 21][AYAT 23]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:22

[055] Ar Rahman Ayat 021

««•»»
Surah Ar Rahmaan 21

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
««•»»
fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaani
««•»»
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
««•»»
There is a barrier between them which they do not overstep.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menantang jin dan manusia agar mengemukakan suatu nikmat yang tidak berasal daripada Nya. Cobalah mereka membayangkan air yang asin mempengaruhi yang tawar sehingga menjadi asin pula, maka tentu tidak akan ada air yang dapat diminum manusia dan binatang, tidak ada air untuk menyirami tumbuh-tumbuhan sehingga tumbuh-tumbuhan itu mati, manusia dan binatang pun mati kehausan dan kelaparan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

021. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)
««•»»
So which of your Lord’s favours will you deny?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://al-quran.info/#55:21

[055] Ar Rahman Ayat 020

««•»»
Surah Ar Rahmaan 20

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ
««•»»
baynahumaa barzakhun laa yabghiyaani
««•»»
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing {1444}.
{1444} Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa la yabghiyan Maksudnya masing-masingnya tidak menghendaki. dengan demikian maksud ayat 19-20 ialah bahwa ada dua laut yang keduanya tercerai karena dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (tidak diperlukan) Maka pada akhirnya, tanah genting itu dibuang (digali untuk keperluan lalu lintas), Maka bertemulah dua lautan itu. seperti terusan Suez dan terusan Panama.
««•»»
There is a barrier between them which they do not overstep.
««•»»

Ayat-ayat ini menerangkan bahwa Allah mengalirkan air yang asin dari air yang tawar berdekatan yang kemudian berkumpul menjadi satu, masing-masing tidak mempengaruhi yang lain, yang asin tidak mempengaruhi yang tawar sehingga yang tawar menjadi asin dan yang tawar tidak mempengaruhi yang asin sehingga menjadi tawar. Allah telah membatasi di antara keduanya dengan batas yang telah diciptakan Nya dengan kekuasaan Nya atau dibatasinya dengan batas yang berupa tanah.

Hal itu dapat dilihat seperti sungai-sungai yang mengalir dari gunung-gunung yang akhirnya masuk ke dalam laut dan tetap asin dan air sungainya tetap tawar.

Terusan Suez dan terusan Panama yang dibatasi oleh tanah. maka setelah digali untuk kepentingan lalu lintas kapal-kapal, kedua laut itu bertemu, bertautan yang satu dengan yang lain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Antara keduanya ada batas) ada penghalang yang membatasi keduanya dari kekuasaan Allah swt. (yang tidak dilampaui oleh masing-masing) yang satu melampaui yang lainnya sehingga bercampur.
««•»»
Between them there is a barrier, by His power, exalted be He. They do not overstep, neither of the two encroaches upon the other to become mixed with it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:20

[055] Ar Rahman Ayat 019

««•»»
Surah Ar Rahmaan 19

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
««•»»
maraja albahrayni yaltaqiyaani
««•»»
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
««•»»
He merged the two seas,[1] meeting each other.
[1] See the footnote at 35:12.
««•»»

Ayat-ayat ini menerangkan bahwa Allah mengalirkan air yang asin dari air yang tawar berdekatan yang kemudian berkumpul menjadi satu, masing-masing tidak mempengaruhi yang lain, yang asin tidak mempengaruhi yang tawar sehingga yang tawar menjadi asin dan yang tawar tidak mempengaruhi yang asin sehingga menjadi tawar. Allah telah membatasi di antara keduanya dengan batas yang telah diciptakan Nya dengan kekuasaan Nya atau dibatasinya dengan batas yang berupa tanah.

Hal itu dapat dilihat seperti sungai-sungai yang mengalir dari gunung-gunung yang akhirnya masuk ke dalam laut dan tetap asin dan air sungainya tetap tawar.

Terusan Suez dan terusan Panama yang dibatasi oleh tanah. maka setelah digali untuk kepentingan lalu lintas kapal-kapal, kedua laut itu bertemu, bertautan yang satu dengan yang lain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia membiarkan) atau melepaskan (dua laut) yang airnya tawar dan yang asin (saling bertemu) menurut pandangan mata.
««•»»
He has loosed the two waters, the sweet and the salty; [and so] they meet, in the perception of the eye.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:19

Minggu, 31 Mei 2015

[055] Ar Rahman Ayat 018


««•»»
Surah Ar Rahmaan 18

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
««•»»
fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaani
««•»»
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
««•»»
So which of your Lord’s bounties will you both deny?
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menantang manusia dan jin, nikmat Tuhan yang manakah yang mereka dustakan. Apakah mereka mengingkari hujan dan faedah-faedahnya? Ataukah mereka mengingkari manfaat adanya perubahan musim yang di dalamnya terdapat perubahan tanaman-tanaman yang harus ditanam pada musim panas atau musim dingin?.

Ataukah mereka mengingkari tentang keistimewaan yang terdapat pada perubahan udara yang mengatur perasaan manusia dan binatang.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)
««•»»
So which of your Lord’s favours will you deny?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:18

[055] Ar Rahman Ayat 017

««•»»
Surah Ar Rahmaan 17

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
««•»»
rabbu almasyriqayni warabbu almaghribayni
««•»»
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya  {1443}.
{1443} Dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin.
««•»»
Lord of the two easts, and Lord of the two wests![1]
[1] That is, the points of sunrise and sunset at the winter and summer solstices.
««•»»

Ayat ini menjelaskan tentang matahari dan bulan, Dialah Tuhan yang menciptakan keduanya yang beredar menurut perhitungan yang tepat. Tuhan memelihara dua tempat terbit, dua tempat terbenam matahari dan musim panas dan musim dingin. Atas perubahan-perubahan itu timbullah musim panas, musim dingin, musim semi dan musim gugur dan menimbulkan pula perubahan udara yang mengakibatkan perubahan pada curah hujan, perubahan pada pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan serta sungai-sungai.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari) yaitu tempat terbitnya di waktu musim dingin dan tempat terbitnya di waktu musim panas (dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya) penafsirannya seperti pada yang pertama tadi.
««•»»
Lord of the two Easts, [the points of] the winter sunrise and the summer sunrise, and Lord of the two Wests: likewise [the two points of sunset].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:17

[055] Ar Rahman Ayat 016

««•»»
urah Ar Rahmaan 16

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
««•»»
fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaani
««•»»
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
««•»»
So which of your Lord’s bounties will you both deny?
««•»»

Ayat ini menunjukkan nikmat-nikmat yang berlimpah-limpah yang diberikan Allah kepada mereka (makhluk Nya);

Dalam hubungan ayat ini Ibnu Umar berkata:
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قرأ سورة الرحمن أو قرئت عنده فقال: ما لي اسمع الجن أحسن جوابا لربها منكم؟ قالوا: وما ذلك يا رسول الله؟ قال: ما أتيت على قول الله: فبأي آلاء ربكما تكذبان, إلا قالت الجن: لا بشيء من نعمة ربنا نكذب
Bahwasanya Rasulullah saw telah membaca surah Ar Rahman atau surah itu dibacakan kepadanya, maka beliau bersabda, "Mengapa saya mendengar jin lebih baik jawabnya kepada Tuhannya dari kalian?" Mereka bertanya. "Apakah itu, hai Rasulullah?" Kata beliau tentang jawaban mereka (jin) apabila saya membaca firman Allah "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Maka mereka berkata, "Tidak ada sesuatupun dari nikmat Tuhan yang kami dustakan".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)
««•»»
So which of your Lord’s favours will you deny?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:16

[055] Ar Rahman Ayat 015

««•»»
Surah Ar Rahmaan 15

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
««•»»
wakhalaqa aljaanna min maarijin min naarin
««•»»
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
««•»»
and created the jinn out of a flame of a fire.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan. Kalau manusia pertama dijadikan dari tanah, maka jin yang pertama atau iblis lain pula; ia dijadikan dari api, (dari nyala api), dari nyala api yang bergabung dengan yang lain; dari nyala api yang berwarna kuning merah dan kehijau-hijauan. Sebagaimana manusia dijadikan dari tanah yang bermacam-macam pula.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Dia menciptakan jin) yakni bapak moyang jin, yaitu iblis (dari nyala api) yaitu nyala api yang tidak berasap.
««•»»
and He created the Jann, the father of the jinn, namely, Iblīs, of a smokeless flame of fire.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#55:15

[055] Ar Rahman Ayat 014

««•»»
Surah Ar Rahmaan 14

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ
««•»»
khalaqa al-insaana min shalshaalin kaalfakhkhaari
««•»»
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
««•»»
out of dry clay,[1] like the potter’s,
[1] Cf. 15:26;28:33
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia pertama ialah Nabi Adam as dari tanah kering seperti tembikar, dan keras seperti tanah yang telah dipanggang.

Tanah liat yang dipanggang dengan bara yang panas untuk menjaga ia tetap bersatu, tidak bercerai berai.

Demikian pula manusia mempunyai nafsu makan dan minum, mempunyai nafsu kawin agar badannya dapat terpelihara dan dapat melanjutkan hidupnya, serta mempunyai keturunan. Ia mempunyai nafsu marah yang menjadikannya berani dan kuat untuk menjaga kelangsungan hidupnya dan mempertahankan dirinya dari marabahaya yang mengancamnya serta serbuan musuh-musuh yang berada di sekitarnya.

Kekuatan manusia ini seolah-olah sama dengan tanah liat yang telah masak agar menjadi tanah kering yang bagian-bagiannya melekat dengan kuat. Apabila tidak ada hal-hal itu tentu dia tidak akan dapat mempertahankan dirinya dari marabahaya dan musuh-musuhnya, dari manusia lain atau binatang-binatang buas, maka ia akan hancur berkeping-keping menjadi santapan burung-burung dan binatang-binatang, sebagaimana tanah yang belum di masak bertaburan diterbangkan angin.

Di dalam Alquran terdapat ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah dan yang lain menyebutkan bahwa ia diciptakan dari tanah liat serta di sini disebutkan tanah kering seperti tembikar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia menciptakan manusia) yakni Nabi Adam (dari tanah kering) tanah kering yang apabila diketuk akan mengeluarkan suara berdenting (seperti tembikar) seperti tanah liat yang dibakar.
««•»»
He created man, Adam, of dry clay (salsāl, a dry hollow mud producing an echo if tapped), resembling the potter’s (fakhkhār, clay that has been baked),
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.study-quran.com/2013/02/tafsir-jalalain-qs-ar-rahman-1-78.html
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=55&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#55:14